Gejala Serangan Jantung

Rasa sakit di dada pada umunya dihubungkan dengan adanya kelainan pada pembuluh nadi tajuk jantung. Kelainan ini biasanya terjadi karena jantung terlalu dibebani pekerjaan dan menjadi sakit karena adanya kelainan pada pembuluh nadi tajuk tadi. Gejala serangan penyakit jantung ini memang diikuti dengan rasa tertekan pada dada, pada bagian dada dibelakang tulang dada yang terletak di tengah dada itu sendiri. Hanya kadang-kadang rasa nyeri terasa juga pada sebagian lain dari dada. Rasa sakit tersebut kerapkali menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti leher, dagu, pipi, atau bahu, lengan, tangan dan perut.

Gejala serangan jantung yang disebut dengan angina pektoris ini tidak selalu diikuti dengan rasa nyeri di dada, karena kadangkala rasa nyeri terasa antara bahu dan pada lengan, pergelangan dan tangan kiri, lengan dan bahu kiri, lekuk perut, dagu dan sebagainya. Seringkali rasa sakit terasa pada siku dan jari-jari atau mulai terasa di lengan dan terus menjalar ke dada.

jantung-2-depan

Rasa sakit pada gejala serangan jantung memang hampir tidak banyak bedanya dengan serangan angina pektoris. Rasa khas pada gejala serangan jantung yang dimulai dengan rasa dada tertekan sampai rasa dada dihancurkan dengan keras terjadi dalam beberapa jam.

Pada umumnya selain rasa sakit di dada juga ada gejala serangan jantung lain seperti misalnya ketakutan, keringat dingin dan air muka yang berubah menjadi kelabu. Seringkali gejala sakit jantung disalahartikan dengan rasa mual ataupun muntah-muntah.

Sesak napas memang tidak dapat dihindarkan dalam gejala serangan semacam ini, tetapi merupakan gejala yang umu sekali. Bahkan kadang-kadang penderita berusaha mencari udara ketika serangan tengah berlangsung. Bisa pula terjadi debaran jantung menjadi lebih cepat dan tidak normal.

 

Posted in Gejala Sakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Sakit Jantung Pada Wanita

Setiap orang akan mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang berbeda-beda. Sebuah serangan mungkin di mulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Di pihak lain, serangan jantung mungkin akan menimbulkan rasa nyerin paling buruk yang pernah dialami, rasa sesak luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan, atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali, dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat.

Juga mungkin merasa lebih nyaman jika duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak dapat santai. Rasa mual dan pusing sampai muntah bahkan yang lebih parah lagi ialah ketika sampai kolaps dan pingsan. Tanda atau gejala yang demikian ini tentu saja sudah merupakan kondisi serangan yang sudah akut. Baru pada tahap yang mengkhawatirkan inilah kita biasanya sadar terhadap serangan jantung.

Ada beberapa gejala serangan jantung yang lebih spesifik antara lain :

  1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah, maka oksigen tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang.
  2. Sesak napas. Ini merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru.
  3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)
  5. Pusing dan pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

 

Posted in Gejala Sakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Resiko Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Faktor Resiko yang meningkatkan kemungkinan mendapat penyakit jantung koroner

  • Merokok bahan kimia yang terdapat pada asap rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mempermudah keping-keping darah (trombosit) lengket sehingga terbentuk “clot” atau bekuan darah. Akibatnya aliran darah terganggu.
  • Kegemukan kelebihan berat badan menyebabkan metabolisme lemak akan terganggu dengan akibat terjadinya peningkatan kadar kolesterol dalam darah.
  • Kadar Kolesterol Darah Yang Tinggi. Umumnya disebabkan oleh banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak (terutama lemak hewani) dan kolesterol, tetapi dapat disebabkan oleh adanya gangguan metabolisme lemak karena sebab-sebab lain. Makin tinggi kadar kolesterol makin tinggi resiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)
  • Kurang Olahraga. Olahraga dapatmenguatka otot jantung, mengurangi kadar kolesterol dalam darah, serta dapat meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung.
  • Tekanan Darah Tinggi. Tekanan darah tinggi secara terus menerus akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah, sehingga akan mempercepat terjadinya Aterosklerosis.
  • Penyakit Kencing Manis. Kadar Gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya perubahan dan kerusakan pada dinding pembuluh darah, sehingga mempermudah terjadinya Aterosklerosis.
  • Adanya gangguan metabolism lemak, yang merupakan awal tejdainya Aterosklerosis, dapat dideteksi dengan pemeriksaan Panel Lemak secara berkala.

 

 

Dengan bantuan dokter, Anda dapat membenahi adanya gangguan metabolisme lemak dengn cara diet, olahraga dan/ atau minum obat-obatan.

HINDARKANLAH DIRI ANDA DARI SERANGAN JANTUNG YANG FATAL !!! Dengan Mengurangi Faktor-Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner, yaitu :

  • Tidak merokok
  • Mengurangi Kelebihan Berat Badan
  • Mengurangi Makanan yang Berlemak dan mengandung Kolesterol
  • Olah Raga secara teratur
  • Istirahat yang cukup
  • Mentaati petunjuk dokter dalam pengobatan Kencing Manis dan Tekanan Darah Tinggi
  • Melakukan Pemeriksaan Panel Lemak secara berkala

PANEL LEMAK :

1. Cholesterol Total
2. Cholesterol HDL
3. Cholesterol LDL
4. Trigliserida
5. Apo B
6. Lp (a)

Posted in Gejala Sakit Jantung | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Jantung Koroner

Jantung adalah suatu organ tubuh yang berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh. Jantung terdiri dari otot-otot yang sangat kuat, dan ia menerima makanan serta oksigen dari pembuluh darah koroner yang mengelilinginya.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) seseorang dikatakan menderita PJK bila otot-otot jantungnya kurang menderita suplai darah, karena adanya Penyempitan Pembuluh Darah Koroner (ATEROSKLEROSIS)

Aterosklerosis penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh Pengendapan Kolesterol di dinding pembuluh darah. Apabila suatu pembuluh darah koroner menjadi begitu sempit hingga sebagian otot jantung tidak mendapat suplai darah atau oksigen yang cukup, maka akan terjadi Angina Pektoris, yaitu sakit di dada bagian tengah yang dapat menjalar ke kanan atau ke kiri, atau leher dan ke lengan kiri, dan dapat berlangsung beberapa menit.

Apabila pembuluh darah koroner ini tersumbat seluruhnya, maka sebagian dari otot jantungyang tidak mendapatkan suplai darah akan rusak, dan terjadi serangan jantung yang dinamakan Infark Jantung.

Bila serangan ini meliputi daerah yang luas di jantung, maka dapat menyebabkan Mati Mendadak.

Posted in Gejala Sakit Jantung | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Serangan Jantung

Jika gejala serangan jantung terjadi pada Anda :

  • Kenalilah gejala-gejala tersebut apakah terjadi nyeri dada, sesak nafas ataupun jantung berdebar
  • Hentikan segera semua pekerjaan apapun yang sedang Anda lakukan lalu duduk atau berbaringlah sembari menarik napas dalam-dalam
  • Jika Anda sendirian sementara gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa menit segera hubungi nomor telepon darurat setempat dan katakan Anda terkena serangan jantung. Atau hubungi orang disekitar Anda dengan memberikan informasi yang sama
  • Jika ada yang bisa mengantar Anda ke rumah sakit lebih cepat daripada kedatangan paramedis, segeralah minta bantuannya pergi mengantar Anda ke ruang gawat darurat di rumah sakit. Lebih cepat ditangani akan lebih baik.
  • Namun jika Anda menunggu tim paramedis datang, maka sementara menunggu, Anda dapat melonggarkan pakaian yng ketat, termasuk ikat pinggang atau dasi. Buat diri dalam posisi yang terasa nyaman.
  • Tetaplah tenang tidak soal Anda korbannya atau penolongnya. Kepanikan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aritmia atau penyimpangan irama jantung yang mengancam kehidupan
Posted in Gejala Sakit Jantung | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment